Kamis, 05 Juli 2012

EKSTRAKULIKULER MEMBATIK


Salah satu kegiatan eksrtakulikuler di SDN kaliwedi kecamatan kebasen adalah membatik. Belum lama ini kegiatan ini dilakukan. Kegiatan ini di maksudkan agar anak didik mengenal dan membuat batik sebagai salah warisan dunia yang diakui oleh UNESCO.
Menurut sejarahnya, batik dikenal sejak zaman nenek moyang yaitu pada abad ke-17 yang dilukis dan ditulis pada daun lontar. Pada zaman dahulu motif batik yang terkenal adalah motif binatang dan tumbuhan.
Menurut pembuatannya  teknik batik dibedakan menjadi batik tulis, batik printing dan batik cap.

Berikut adalah pembuatan batik denga teknik tulis yang dilakukan oleh siswa-siswi SDN Kaliwedi
Alat-alat yang digunakan: 
1. canting, canting adalah alat untuk membatik. Biasanya terbuat dari tembaga dan bagian ujungnya menyeruapai paruh burung.
2. gawangan adalah tempat ubtuk meletakan kain untuk membatik. Gawangan dapat terbuat dari kayu atau bambu.
3. wajan, berupa wajan kecil yang digunakan untuk mencairkan lilin atau malam. Wajan ini dapat terbuat dari tembaga atau tanah liat
4. Anglo/kompor kecil, digunakan untuk memanaskan wajan.
5. Malam/lilin, malam batik terbuat dari getah damar atau dapat terbuat dari campuran berbagai jenis bahan yang berupa gondorukem. lemak minyak kelapa dan parafin.
6. Bahan pewarna, biasa juga disebut dengan wedel atau tom.

 Proses Pembuatan Batik tulis
1. Siapkan kain, buat motif di kain dengan menggunakan pensil
2. setelah motif dibuat sampirkan kain pada gawangan.





3. Nyalakan kompor atau anglo. Taruh malam atau lilin pada wajan lalu panaskan wajan dengan api kecil sampai malam mencair sempurna. Biarkan api dalam kondisi menyala kecil.
4. Mulailah membatik dengan cara ambil sedikit malam cair dengan menggunakan canting, tiup-tiup canting sebentar biar tidak terlalu panas, kemudian goreskan canting dengan mengikuti motif yang telah ada. Hati-hati jangan sampai malam yang cair menetes diatas permukaan kain karena akan mempengaruhi hasil motif batik.
5. Setelah semua motif tertutup malam, maka proses selanjutnya adalah proses pewarnaan.
6. Siapkan bahan pewarna di dalam ember. kemudian celupkan kainnya ke dalam larutan pewarna  dengan menggunakan kuas, ulangi sampai beberapa kali.
7. Tahap selanjutnya adalah prosese menghilangkan malam/lilin batik dengan cara di rebus atau pengerakan atau melarod.
8. Tahap terakhir dari proses pembuatan batik ini adalah pencucian dan penjemuran.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar